Bantah Daya Beli Masyarakat Turun, Wamenko Perekonomian: Pola Konsumsi Bergeser | LPP RRI

Senin, 12 Oktober 2026 pukul 15.29
Bantah Daya Beli Masyarakat Turun, Wamenko Perekonomian: Pola Konsumsi Bergeser | LPP RRI

Sumber Berita Asli

Berita Pusat Pemberitaan Hari Ini | LPP RRI

Baca di Website Asli ↗
Wakil Menteri Koordinator Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, membantah sinyalemen menurunnya daya beli masyarakat Indonesia. Ia menegaskan yang terjadi adalah pergeseran pola konsumsi, bukan pelemahan daya beli, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dradjad menyampaikan hal ini setelah mengunjungi kantor BPS pada Senin, 12 Oktober 2026. Menurutnya, bukti kuatnya daya beli terlihat dari pertumbuhan aktivitas sektor transportasi, pariwisata, restoran, dan hotel, serta lonjakan transaksi QRIS yang meningkat di atas 100 persen. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menambahkan bahwa perubahan pola konsumsi telah terlihat sejak tahun lalu dan terdata pada 2026. Konsumsi restoran dan hotel tumbuh di atas enam persen, sementara sektor transportasi menunjukkan pertumbuhan relatif tinggi, dengan 99 kawasan dan kota di Indonesia tumbuh di atas 6 persen selama semester 1 2026. Pemerintah juga menyoroti inflasi yang lebih dipengaruhi faktor biaya dan keterbatasan pasokan. Untuk itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi enam persen pada 2027 dengan memperkuat kebijakan berbasis data dan potensi ekonomi daerah.

Berita Terkait Lainnya