Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam lebih dari 2% pada perdagangan Sesi II, Senin (12/10/2026), kehilangan 151,18 poin atau 2,48% ke level 5.942,57. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual masif pada saham-saham big caps, setelah sebelumnya IHSG sempat menguat ke posisi 6.128 pada sesi pagi. Nilai transaksi tercatat Rp10,6 triliun dari 55,88 miliar saham, dengan rentang perdagangan antara 6.128 hingga 5.921.
Sejumlah saham menjadi top laggards, dengan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membebani 12,93 poin, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 12,11 poin, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) 8,68 poin. Saham lain seperti BYAN, GOTO, BRMS, AMMN, MORA, VKTR, dan CUAN juga turut menekan indeks.
Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menyatakan bahwa BREN, DSSA, dan TPIA menjadi beban terberat dengan kontribusi sekitar 34 poin atau 22% dari total penurunan IHSG. Faktor eksternal dan lokal disebut turut menyeret indeks ke bawah level 6.000.
Penurunan ini mencerminkan tekanan jual yang dominan di pasar modal Indonesia, dengan delapan saham bahkan menyentuh batas auto reject bawah (ARB).