Pelestarian batik harus berjalan seiring dengan penguatan usaha perajin dan pelaku UMKM agar industri berbasis budaya ini tetap berkembang, melalui pengembangan produk, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan pasar.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mendorong penguatan tersebut dengan memberdayakan perajin dan UMKM batik serta kriya dari berbagai daerah melalui pelatihan, pendampingan, pengembangan produk, dan pembukaan akses pasar.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sumber penghidupan bagi banyak perajin dan pelaku UMKM, sehingga pelestariannya perlu beriringan dengan penguatan kapasitas usaha dan perluasan pasar.
Salah satu dukungan diwujudkan melalui kegiatan Puspa Nuswantara 2026 di Jakarta yang memperkenalkan produk batik dan kriya ke pasar lebih luas, serta penggunaan batik sebagai busana kerja pegawai dua kali sepekan untuk memperluas pemakaian batik dalam aktivitas profesional.