Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terus memperkuat kualitas iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan kepastian hukum, dan fasilitasi penyelesaian hambatan investasi atau "debottlenecking".
Menteri Rosan Roeslani menyampaikan bahwa tren investasi global saat ini bergeser menuju sektor-sektor strategis masa depan, seperti infrastruktur digital, kecerdasan buatan (AI), energi bersih, dan manufaktur maju.
Selain fasilitasi, BKPM juga mendorong proses bisnis yang lebih dapat diprediksi guna menarik investasi, mengingat keputusan investasi kini sangat mempertimbangkan stabilitas, keandalan infrastruktur, dan visi jangka panjang.
Sepanjang semester I 2026, Jakarta mencatat realisasi investasi Rp173,6 triliun atau 17,2 persen dari total nasional, menempatkannya di peringkat pertama serta berkontribusi 16,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.