Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyoroti hambatan ekspor perikanan di Kalimantan Utara (Kaltara) menyusul keluhan pelaku usaha terkait proses sertifikasi yang panjang dan minimnya fasilitas kontainer.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menyampaikan hal tersebut dalam forum diskusi "Ngobras Kaltara" pada Minggu (30/8). Ia memastikan pihaknya akan segera melakukan sinkronisasi lintas sektor untuk memangkas birokrasi yang menghambat proses ekspor tersebut.
Selain itu, Barantin juga berencana menyiapkan skema logistik alternatif. Langkah ini diambil sebagai upaya konkrit demi mendongkrak daya saing komoditas unggulan perikanan daerah agar lebih kompetitif di pasar global.