PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat volume angkutan petikemas mencapai 4.438.999 ton pada Januari–September 2026, naik 19,57 persen dibanding periode sama 2025 yang sebesar 3.712.477 ton. Kenaikan ini setara penambahan sekitar 726.522 ton barang yang bergerak melalui rel.
Komoditas petikemas mendominasi sekitar 48,5 persen dari total angkutan nonbatu bara KAI yang mencapai 9.148.571 ton, tumbuh 2,6 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan dari sektor angkutan nonbatu bara tercatat sekitar Rp1,095 triliun atau naik 7,2 persen.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan pertumbuhan hampir 20 persen menunjukkan ruang pemanfaatan rel untuk petikemas semakin besar, karena karakter muatannya cocok untuk volume tinggi, jadwal terencana, dan koridor distribusi konsisten. Data BPS turut mencatat ekspor Indonesia tumbuh 4,74 persen menjadi 193,64 miliar dolar AS, dengan ekspor nonmigas 185,63 miliar dolar AS.
KAI tengah mengkaji peluang ekspansi angkutan petikemas baru, termasuk konektivitas Terminal Petikemas Cilacap dan Semarang dengan jaringan rel nasional. EVP Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan pelanggan logistik mengutamakan kepastian kapasitas, jadwal, dan perjalanan barang yang dapat direncanakan.