Kementerian ESDM mencatat 74,55% gas bumi nasional dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik per Juni 2026, sementara 25,39% lainnya diekspor. Realisasi pemanfaatan gas domestik sendiri mencapai 3.972,26 BBTUD.
Dari sisi pemanfaatan domestik, sektor industri menjadi konsumen terbesar dengan realisasi 1.263,20 BBTUD, diikuti oleh LNG domestik, kelistrikan, dan sektor pupuk. Pemerintah juga berencana meningkatkan pemanfaatan gas untuk rumah tangga yang saat ini masih di bawah 1 persen.
Di sisi lain, SKK Migas melaporkan realisasi produksi gas nasional berada di bawah target, hanya mencapai 94,5% dari target APBN 2026. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebutkan adanya gangguan operasional sebagai penyebab utamanya.
Penurunan produksi tersebut dipicu oleh putusnya pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI), kecelakaan di fasilitas PT Pertamina EP Subang, serta kebakaran di salah satu unit pengolahan gas BP Berau Ltd yang belum sepenuhnya diperbaiki.