Ramalan konsumsi LPG 3 Kg pada tahun 2026 menunjukkan potensi melampaui kuota yang telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Diperkirakan total konsumsi gas elpiji bersubsidi tersebut akan menembus angka 8,7 juta ton. Lonjakan ini berpotensi memberikan tekanan signifikan terhadap APBN jika tidak diiringi dengan kebijakan pengendalian yang tepat. Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu mengantisipasi tren peningkatan permintaan ini guna menjaga stabilitas subsidi dan anggaran energi nasional.