"Duri dalam Daging" AS Taklukkan Iran: China

Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 18.55
"Duri dalam Daging" AS Taklukkan Iran: China

Sumber Berita Asli

News - Berita Terkini Indonesia dan Dunia - CNBC Indonesia

Baca di Website Asli ↗
Strategi ekonomi AS di bawah Presiden Donald Trump untuk menekan Iran melalui "Operasi Ekonomi Outcast" menghadapi tantangan berat dari China, yang merupakan pembeli utama minyak Teheran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengancam sanksi bagi negara yang berbisnis dengan Iran, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan Washington membatasi akses Iran ke pasar Beijing. China secara konsisten menolak sanksi sepihak AS dan menegaskan haknya untuk mempertahankan hubungan dagang dengan Iran. Tekanan Washington ini berpotensi memperumit hubungan bilateral menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS bulan depan. Meski AS memiliki titik tekanan melalui perusahaan yang terintegrasi dengan sistem dolar, China selama ini telah menggunakan jaringan perdagangan terisolasi untuk membeli minyak Iran. Beijing juga memiliki alat tawar yang kuat dan diprediksi akan membalas jika Washington menyasar bank-bank besar China. Analis memperingatkan bahwa perang ekonomi dan tekanan maksimum tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan justru meningkatkan ketegangan dan risiko terhadap perekonomian global. Pertemuan Trump-Xi pun berpotensi berubah dari upaya stabilisasi menjadi sekadar pengendalian kerusakan.

Berita Terkait Lainnya