Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa teknologi blockchain harus ditempatkan sebagai bagian dari transformasi digital yang berdampak nyata bagi pembangunan nasional.
Menurutnya, blockchain berpotensi besar untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, traceability, integritas, dan kepercayaan dalam menjawab kebutuhan publik serta tata kelola pemerintahan.
Rachmat mencontohkan keberhasilan seorang petani kopi yang memanfaatkan sistem berbasis blockchain untuk melakukan traceability produk, sehingga dapat terhubung langsung dengan konsumen internasional.
Sejalan dengan RPJMN 2025–2029, pemerintah menargetkan kontribusi ekonomi digital terhadap PDB mencapai 12–13 persen pada 2029 melalui penguatan masyarakat, infrastruktur, dan pemerintahan digital.