Benarkah Data Center AI Menghabiskan Banyak Air? Ini Hitung-hitungannya

Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 04.54
Benarkah Data Center AI Menghabiskan Banyak Air? Ini Hitung-hitungannya

Sumber Berita Asli

kumparan - #kumparanAdalahJawaban

Baca di Website Asli ↗
Data center AI sering dituding menghabiskan banyak air, terutama seiring pembangunan fasilitas di Indonesia seperti Jatiluhur, Purwakarta. Konsultan data center Devy Endry menjelaskan bahwa tudingan tersebut perlu diluruskan karena air yang benar-benar hilang menjadi uap hanya 3-4 persen dari total kebutuhan sistem, sedangkan sisanya bersirkulasi. Pendinginan data center AI menggunakan dua loop, dengan pilihan sistem cooling tower, dry cooler, atau adiabatic dry cooler. Setiap sistem memiliki trade-off antara konsumsi air dan listrik; cooling tower lebih boros air, sementara dry cooler tidak memakai air tetapi boros listrik. Untuk beban 1 MW, cooling tower membutuhkan make-up water 3,4 m³/jam (setara 82 ribu liter per hari), dry cooler nol, dan adiabatic dry cooler 0,8 m³/jam (sekitar 19 ribu liter per hari). Saat ini belum ada regulasi khusus pemanfaatan air untuk data center di Indonesia, meskipun proyeksi pertumbuhan mencapai 11 GW pada 2030, sehingga diperlukan regulasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan kedaulatan data nasional.

Berita Terkait Lainnya