Amazon menampilkan halaman pengaturan yang merangkum asumsi otomatis tentang pembeli berdasarkan riwayat transaksi, termasuk inferensi yang tidak diminta seperti kondisi fisik atau minat pribadi. Seorang pengguna viral setelah menemukan Amazon menyimpulkan bahwa ia 'memiliki bokong datar' dari pembelian legging butt scrunch, memicu perdebatan tentang privasi data. Praktik ini merupakan tulang punggung bisnis iklan bertarget, termasuk di Indonesia, di mana marketplace besar seperti Shopee dan Tokopedia menjalankan mesin serupa untuk mendukung jutaan UMKM. Isu ini bersinggungan langsung dengan kepatuhan UU Perlindungan Data Pribadi, khususnya sejauh mana inferensi otomatis memerlukan persetujuan eksplisit, dan berpotensi memicu pengetatan regulasi serta tuntutan transparansi. Meskipun tidak langsung menggerakkan pasar keuangan, berita ini menyoroti arah tata kelola data digital dan model bisnis ekonomi digital di Indonesia.