Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan bahwa kerja sama pengembangan bandar antariksa di Biak, Papua, masih berada pada tahap diskusi awal antara BRIN dan badan antariksa Rusia, Roscosmos. Hingga kini, belum ada perjanjian resmi yang ditandatangani.
Dubes Rusia juga menyangkal tudingan bahwa fasilitas tersebut akan menjadi pangkalan militer Rusia. Ia menegaskan bahwa bandar antariksa tersebut murni milik Indonesia dan negara yang berdaulat tidak akan memperbolehkan wilayahnya dijadikan pangkalan militer asing.
Meski demikian, Rusia menyatakan komitmen untuk mendukung proyek tersebut jika dipilih sebagai mitra, mengingat teknologi keantariksaannya yang sudah teruji. Keputusan pemilihan mitra sepenuhnya berada di tangan BRIN.
Di sisi lain, Pemerintah Indonesia terus mempercepat pengembangan bandar antariksa Biak melalui PP Nomor 22 Tahun 2026. Selain Rusia, Indonesia juga sedang menjajaki kerja sama keantariksaan dengan India.