Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB menegaskan bahwa kemunculan ikan oarfish atau ikan "kiamat" yang terdampar di Pantai Pink, Lombok Timur merupakan fenomena alamiah, bukan penanda bencana.
Kepala Brida NTB, I Gede Putu Aryadi, menjelaskan bahwa terdamparnya ikan oarfish umumnya dipicu oleh penurunan kondisi fisik ikan akibat sakit, cedera, atau usia tua, sehingga ikan tersebut tidak mampu melawan arus laut.
Selain itu, faktor lingkungan seperti suhu air laut yang rendah, arah arus, dan kondisi gelombang juga berperan penting dalam membawa bangkai ikan tersebut hingga terdampar di pantai.
Brida mengimbau masyarakat untuk menyikapi peristiwa ini secara rasional berdasarkan kajian ilmiah, dan tidak perlu panik atau mengaitkannya dengan mitos bencana maupun kiamat.