Para peneliti China dari Rumah Sakit Menara Genderang Nanjing telah mengembangkan terapi sel jantung inovatif untuk mengobati pasien gagal jantung berat. Terapi ini memanfaatkan kardiomiosit hasil kultur laboratorium yang disuntikkan langsung untuk menggantikan jaringan otot jantung yang telah mati, suatu hal yang tidak bisa dilakukan oleh operasi bypass biasa.
Studi klinis yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine menunjukkan hasil positif. Dalam pemantauan selama 12 bulan, 90 persen pasien penerima terapi sel mengalami pemulihan fungsi jantung secara signifikan dan mampu berjalan lebih jauh, jauh mengungguli kelompok kontrol yang hanya menjalani bypass dengan angka pemulihan 60 persen.
Terapi ini menggunakan produk sel siap pakai bernama HiCM-188 yang dapat diproduksi massal dan disimpan. Pendekatan ini menjadikan terapi lebih efisien tanpa proses kustomisasi panjang, sekaligus diharapkan dapat meredakan krisis kelangkaan donor jantung.
Para pakar menilai uji klinis acak terkontrol ini memberikan pembuktian konsep yang kuat dan menempatkan kedokteran regeneratif jantung China di jajaran terdepan global. Di masa depan, terapi ini berpotensi mengubah paradigma pengobatan gagal jantung parah bila telah melalui uji klinis berskala lebih besar.