Seorang pekerja di laboratorium penelitian penyakit pes di Irkutsk, Rusia, ditemukan meninggal karena pneumonia misterius. Peristiwa ini memicu karantina terhadap 200 orang dan memunculkan kekhawatiran global akan potensi kembalinya pandemi.
Otoritas kesehatan Rusia menyatakan tidak ada bukti penyakit pes dan membebaskan sebagian besar yang dikarantina setelah melakukan 5.000 tes laboratorium. Mereka mencatat korban telah divaksinasi, namun penyebab pneumonia yang menewaskannya tetap belum diketahui.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta informasi lebih lanjut dari Rusia mengenai patogen yang diperiksa dan tes laboratorium yang dilakukan, meskipun awalnya menilai risiko rendah.
Pemerintah AS dan Kremlin terlibat dalam respons terhadap insiden ini. Pemerintah Rusia menolak klaim media sebagai "informasi palsu" dan menyatakan telah memberikan data lengkap kepada WHO.