Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan lima profesor riset yang mempresentasikan inovasi di bidang kesehatan, industri kehutanan, teknologi nuklir, ekonomi mikro, dan pemulihan lingkungan. Acara berlangsung dalam Sidang Terbuka Pengukuhan Profesor Riset di Jakarta. Kelima peneliti tersebut adalah Iwan Setyadi, Efrida Basri, Hendig Winarno, Agus Eko Nugroho, dan Dede Heri Yuli Yanto.
Iwan Setyadi mengembangkan implan tulang berbasis magnesium-karbonat apatit yang dapat terdegradasi sehingga tidak memerlukan operasi lanjutan. Efrida Basri menciptakan teknologi pengeringan kayu dengan energi surya dan biomassa untuk meningkatkan kualitas kayu cepat tumbuh. Hendig Winarno memanfaatkan teknologi radiasi pengion guna meningkatkan mutu dan keamanan obat bahan alam tanpa residu kimia.
Di bidang ekonomi, Agus Eko Nugroho mengkaji strategi memperkuat inklusivitas kredit bagi usaha mikro dan kecil dengan mempertimbangkan kompleksitas pasar keuangan mikro. Sementara itu, Dede Heri Yuli Yanto mengembangkan enzim lakase berbasis biodiversitas Indonesia untuk bioremediasi limbah industri tekstil dan petrokimia, yang juga berpotensi diterapkan di sektor pangan, kesehatan, dan lainnya.
Beragam riset ini menunjukkan komitmen BRIN dalam menghadirkan solusi inovatif untuk tantangan kesehatan, efisiensi industri, akses pembiayaan, dan keberlanjutan lingkungan.