Raksasa baterai asal China, CATL, meluncurkan layanan waralaba service baterai kendaraan listrik (EV) bernama "Ning Service" dengan target hadir di 100 kota global pada akhir 2026.
Melalui teknologi cell-to-pack repair, CATL mengisolasi titik kerusakan baterai tanpa mengganti seluruh unit. Metode ini diklaim mampu menekan biaya perbaikan hingga 90 persen, menjawab keluhan mahalnya biaya penggantian baterai EV.
Layanan ini didukung oleh jalur perbaikan otomatis berbasis robot dan truk service mobile berbasis EV yang mampu mengeksekusi berbagai diagnosis serta perbaikan dalam waktu singkat, yakni sekitar 48 jam. Saat ini, CATL telah mengoperasikan 1.376 pusat layanan di 84 negara.
Langkah strategis ini menandai pergeseran fokus CATL dari sekadar produksi baterai menjadi penyedia layanan purnajual komprehensif, yang dipandang sebagai kunci untuk merebut loyalitas konsumen kendaraan listrik di masa depan.