Membeli mobil tidak cukup hanya melihat harga beli di brosur, karena biaya sebenarnya tersebar sepanjang masa kepemilikan dan terangkum dalam konsep Total Cost of Ownership (TCO). TCO mencakup perawatan berkala, penggantian suku cadang, bahan bakar, pajak, asuransi, hingga depresiasi nilai jual kembali, sehingga penting untuk menilai efisiensi kendaraan secara riil selama periode tertentu, misalnya lima tahun atau 75.000 km.
Simulasi TCO menunjukkan bahwa mobil dengan harga beli lebih mahal bisa jadi lebih efisien jika biaya perawatannya lebih rendah. Selain itu, kualitas layanan purnajual seperti program servis gratis, ketersediaan suku cadang, dan jaringan bengkel resmi berperan signifikan menekan biaya operasional. Contohnya, Suzuki menyediakan fitur simulasi biaya servis, program servis gratis hingga 50.000 km untuk model Fronx, serta layanan darurat dan bengkel siaga.
Keandalan pasokan suku cadang dan nilai jual kembali yang tinggi menjadi pilar penutup dalam menekan TCO. Kendaraan dengan rekam jejak servis resmi yang teratur lebih diminati di pasar mobil bekas, sehingga mengurangi kerugian akibat depresiasi. Konsumen disarankan membuat simulasi pembanding berbasis pemakaian 15.000 km per tahun atau 75.000 km selama lima tahun sebelum membeli.
Dengan memahami TCO dan mempertimbangkan layanan purnajual, konsumen dapat membuat keputusan pembelian yang lebih bijaksana dan menghindari jebakan harga murah yang menyembunyikan biaya kepemilikan tinggi.