Kementerian ESDM telah memulai uji coba langsung penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg kepada masyarakat. Pada fase awal, uji coba ini masih terbatas pada kalangan internal dan UMKM di lingkungan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Dirjen Migas Laode Sulaeman menyampaikan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap kinerja teknis tabung dan pola pemanfaatannya oleh masyarakat akan dilakukan pada September mendatang. Pengujian ini berlangsung selama satu bulan untuk beralih dari tahap uji ketahanan ke tahap penggunaan langsung.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa teknologi CNG sebenarnya bukan hal baru, namun tantangan utama pada tabung kecil ini terletak pada aspek teknis. Tekanan gas CNG sangat tinggi, yakni 200 hingga 250 bar, jauh lebih kuat dibandingkan tekanan LPG yang hanya 5–10 bar.
Pemerintah terus mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kg guna mengurangi ketergantungan impor energi. Langkah ini didukung oleh ketersediaan gas alam lokal yang melimpah, termasuk temuan cadangan gas baru di Kalimantan Timur.