Brigadir Jenderal Polisi Hengki Haryadi resmi ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya, menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 yang berlaku mulai 30 Agustus 2026.
Sebelum menduduki jabatan baru tersebut, Hengki terakhir menjabat sebagai Wakapolda Riau. Posisi yang ditinggalkannya kini diisi oleh Brigjen Pol Simson Zet Ringu. Meski tidak naik pangkat, penugasan ini merupakan promosi jabatan strategis, di mana Hengki harus segera melaksanakan tugas barunya paling lambat 14 hari terhitung sejak keputusan mutasi dikeluarkan.
Nama Hengki Haryadi dikenal luas berkat rekam jejaknya yang panjang di bidang reserse. Salah satu operasi paling melekat dalam kariernya adalah saat ia memimpin penangkapan Rosario de Marshal alias Hercules pada tahun 2013, ketika ia masih menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat.
Bekal pengalaman reserse tersebut terlihat dari sejumlah jabatan strategis yang telah diembannya. Hengki pernah dipercaya menduduki posisi penting seperti Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kapolres Metro Jakarta Barat, hingga Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.