Terdapat perbedaan data angka kemiskinan yang dilaporkan oleh Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Ketidaksesuaian angka ini menimbulkan polemik dan mendapat sorotan dari Guntur Romli.
Guntur Romli menilai adanya kebohongan statistik dalam penyajian data tersebut. Ia menyoroti bahwa permainan atau manipulasi terjadi pada metode desil yang digunakan dalam penghitungan data kemiskinan.