Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memanas menyusul munculnya dugaan kekerasan dan perlakuan tidak pantas terhadap sejumlah peserta. Gus Salam menyoroti adanya pembatasan gerak yang membuat peserta seolah dikarantina dan tidak diberi keleluasaan keluar dari lokasi acara di luar agenda resmi.
Akibat pembatasan tersebut, peserta tidak dapat melakukan ziarah ke makam para masyayikh maupun bersilaturahmi dengan keluarga di Jombang dan wilayah Jawa Timur lainnya. Gus Salam menyebut pembatasan ini juga dialami oleh beberapa Rais Syuriyah, baik tingkat cabang maupun wilayah.
Ia menilai perlakuan restriktif tersebut tidak beradab dan tidak pantas diterapkan kepada para kiai atau ulama. Pasalnya, Rais Syuriyah merupakan pemimpin tertinggi yang dihormati dan memegang posisi strategis dalam struktur organisasi NU.