Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong perluasan agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran. Agen Perlinsos adalah relawan atau pendamping yang membantu warga mengakses layanan Perlinsos Digital, terutama bagi mereka yang kesulitan menggunakan perangkat digital.
Mendagri menekankan bahwa agen Perlinsos akan dilatih dan menggunakan smartphone untuk memvalidasi data penerima bansos melalui sistem yang terintegrasi dengan data Dukcapil, yang mencakup data biometrik seperti sidik jari, wajah, dan retina. Proses validasi ini hanya membutuhkan waktu lima hingga tujuh detik setelah wajah ditampilkan, dan data Dukcapil akan diintegrasikan dengan data dari kementerian/lembaga lain seperti BPN dan kepolisian untuk profiling kelayakan penerima.
Perluasan agen Perlinsos disesuaikan dengan karakteristik daerah, contohnya di Bali agen berasal dari kader posyandu dan memanfaatkan banjar sebagai ruang sosial. Sistem ini juga akan memberikan informasi mengenai jenis bantuan yang diterima, baik tunai maupun non-tunai, serta didukung oleh Ditjen Dukcapil dan tim terkait di daerah.