Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan rahasia ke Moskow yang kabarnya bertujuan memberi tahu Rusia bahwa mereka sedang kalah dalam perang di Ukraina. Kunjungan ini menyoroti dilema yang dihadapi Presiden Vladimir Putin.
Situasi Putin dianalogikan dengan dilema mantan Presiden AS Donald Trump terkait konflik di Iran, di mana keduanya terjebak dalam perang yang tidak bisa dimenangkan maupun diakhiri tanpa kehilangan muka.
Baik Putin maupun Trump meremehkan kapasitas lawan yang menggunakan taktik asimetris non-konvensional dan teknologi berbiaya rendah seperti pesawat nirawak (drone). Hal ini berhasil mengikis keunggulan militer konvensional pasukan AS dan Rusia.
Meski memiliki kemiripan dalam kegagalan strategi, terdapat perbedaan fundamental. Putin menderita korban jiwa masif akibat perang darat, sementara Trump lebih terkekang oleh dinamika politik domestik di AS.