Ketua Koordinator Wartawan Parlemen (KWP) Ariawan menegaskan peran MPR RI bukan sekadar lembaga politik, melainkan penjaga konstitusi dan kebangsaan. Hal tersebut disampaikannya saat Media Gathering MPR di Bandung, Minggu (27/9/2026).
Ariawan menilai kehadiran pers krusial untuk mengedukasi publik soal dimensi kebangsaan MPR, bukan hanya meliput agenda seremonial. Wartawan parlemen diminta menyajikan narasi jurnalistik komprehensif agar masyarakat memahami peran kelembagaan MPR.
Ia menyoroti pentingnya kemitraan berkesinambungan antara jurnalis dan MPR yang tetap berlandaskan kebebasan pers bertanggung jawab. Sinergitas ini diharapkan memperkaya literasi warga negara tentang sistem ketatanegaraan Indonesia.
Melalui momentum ini, Ariawan mendorong interaksi jurnalis dan MPR berkembang menjadi wadah diskusi interaktif. Komunikasi yang baik diharapkan memberikan pemahaman luas kepada masyarakat perihal fungsi lembaga penjaga kebangsaan.