Sejumlah pejabat Iran secara tertutup menyatakan pesimistis bahwa kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz dapat tercapai sebelum pemilu sela AS pada November mendatang. Hal ini disampaikan oleh sumber-sumber yang mengetahui perundingan tersebut, seperti dikutip Bloomberg.
Perundingan antara Iran dan AS di New York pekan lalu, yang berlangsung di sela Sidang Umum PBB, hanya mencatat sedikit kemajuan. Iran menilai konflik berpotensi semakin meluas setelah pemungutan suara 3 November, menurut sumber yang menerima pengarahan dari pejabat Iran.
Meski pejabat Iran konsisten menyatakan kesediaan menempuh jalur diplomasi, mereka tidak memercayai pemerintahan Presiden Donald Trump akan mematuhi kesepakatan apa pun. Gedung Putih juga memiliki ketidakpercayaan serupa terhadap Teheran, dan Trump sebelumnya meragukan kesepakatan bisa tercapai sebelum pemilu sela.
Pada Senin (28/9), Trump mengatakan perwakilan AS telah berkomunikasi dengan mediator terkait perundingan dengan Iran, namun menolak merinci hal yang dibahas.