Dari Joshua Wong hingga Apple Daily: Riwayat Otonomi Hong Kong yang Kian Meredup

Selasa, 29 September 2026 pukul 07.36
Dari Joshua Wong hingga Apple Daily: Riwayat Otonomi Hong Kong yang Kian Meredup

Sumber Berita Asli

Berita Terkini dan Informasi Terbaru Hari Ini - SINDOnews

Baca di Website Asli ↗
Hong Kong mengalami erosi otonomi dan kebebasan sipil yang drastis sejak diberlakukannya Undang-Undang Keamanan Nasional (NSL) pada 2020. Rezim Partai Komunis China (PKC) secara sistematis memperketat kendaliannya dengan memenjarakan tokoh-tokoh pro-demokrasi seperti Joshua Wong, Chow Hang-tung, dan Albert Ho. Para aktivis dijerat pasal-pasal berpenafsiran luas seperti "kolusi dengan kekuatan asing" dan "hasutan subversi", yang sering diterapkan secara retroaktif. Strategi hukum ini menciptakan efek gentar (chilling effect) yang membungkam oposisi dan advokasi hak asasi manusia. Kasus Joshua Wong yang menghadapi ancaman penjara seumur hidup menjadi simbol bagaimana aparatur hukum dimanfaatkan untuk menyingkirkan suara penentang, bukan menegakkan keadilan. Tata kelola Hong Kong kini direkayasa agar selaras dengan model otoriter China daratan. Laporan ini menyoroti transformasi Hong Kong dari hub keuangan dinamis dan simbol kebebasan menjadi kota di mana demokrasi telah dimusnahkan secara terstruktur melalui instrumen hukum.

Berita Terkait Lainnya