Anggota kantor politik gerakan Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, menyatakan kesiapan mereka membalas setiap serangan Arab Saudi dengan menargetkan fasilitas ekonomi negara tersebut.
Ketegangan antara kedua belah pihak meningkat pada Juli menyusul serangan terhadap bandara di Sanaa yang dikuasai Houthi. Gerakan tersebut menuding Arab Saudi berada di balik serangan itu dan melancarkan serangan balasan ke sejumlah fasilitas Saudi, termasuk Bandara Abha.
Sebagai respons, Arab Saudi kembali melancarkan serangan terhadap wilayah-wilayah Yaman yang dikuasai gerakan tersebut.
Konflik bersenjata di Yaman sendiri telah berlangsung sejak 2014 antara pasukan pemerintah dan pemberontak Houthi. Situasi memburuk pada Maret 2015 ketika koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi militer untuk mengalahkan gerakan tersebut.