Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, mengumumkan bahwa Indonesia saat ini sedang menjalankan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tahap awal terbesar di dunia dengan kapasitas 5,3 Gigawatt-peak (GWp), melampaui proyek serupa di Uni Emirat Arab.
Pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS dengan nilai investasi mencapai 7,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp135 triliun. Proyek ini diproyeksikan berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp4,6 triliun per tahun.
Inisiatif ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian energi nasional, mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), serta menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan sumber energi terbarukan.
Ke-14 proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Bali, hingga Kepulauan Riau, dengan tahapan pelaksanaan yang mencakup siap tender, groundbreaking, konstruksi, hingga peresmian.