Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktifkan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi di Indonesia bagian timur, sehingga total dapur MBG yang beroperasi mencapai 27.022 unit. Aktivasi ini mencakup wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta menandai berlanjutnya pembukaan dapur MBG setelah sempat moratorium.
Perluasan layanan akan dilakukan secara bertahap, tidak hanya di Indonesia timur tetapi juga di Kalimantan, Bali, dan Sumatra. Kepala BGN Sudaryono menyebut prioritas diberikan pada wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, dimulai dari Indonesia Timur.
Ke-480 dapur tersebar di Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
BGN menyatakan langkah ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat dan bertujuan menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan layanan pemenuhan gizi berkualitas.