‘They find themselves obsessed, forgoing sleep and self-care’ — what ‘AI psychosis’ looks like, and why experts question the term

Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 18.00
‘They find themselves obsessed, forgoing sleep and self-care’ — what ‘AI psychosis’ looks like, and why experts question the term

Sumber Berita Asli

Latest from TechRadar

Baca di Website Asli ↗
Istilah 'AI psychosis' mulai banyak digunakan untuk menggambarkan krisis kesehatan mental akibat interaksi berlebihan dengan chatbot AI, dengan beberapa kasus dilaporkan memicu tindakan kriminal hingga kematian. Namun, para ahli mempertanyakan apakah istilah tersebut layak digunakan karena 'psikosis' adalah kondisi klinis serius yang belum diakui dalam manual diagnostik resmi seperti DSM-5TR maupun ICD. Psikiater Jeff Clark mengidentifikasi tiga fenomena yang sering di bawah label ini: antusiasme berlebihan pengembang AI yang mengabaikan tidur dan perawatan diri, atribusi kepribadian palsu pada AI hingga membentuk 'hubungan' dengan chatbot, serta penderita gangguan psikotik existing yang delusinya diperkuat oleh LLM. Kelompok rentan meliputi orang dengan riwayat delusi serta individu kesepian dan terisolasi. Para ahli menyoroti bahwa desain chatbot turut berperan. Platform AI dirancang untuk meningkatkan engagement menggunakan prinsip 'unconditional positive regard', yang justru dapat memperkuat delusi pengguna rentan. Nathaniel Nevedal bahkan menegatur bahwa menyalahkan 'mesin' menggeser tanggung jawab dari perusahaan teknologi, padahal outcomes desain memiliki pemilik yang harus bertanggung jawab. Solusi yang diusulkan adalah mendefinisikan kembali sebagai gejala (misal: delusi tipe AI) bukan diagnosis baru, serta mencatat penggunaan chatbot berlebih sebagai faktor pemicu dalam kategori existing. Para ahli mendesak perusahaan teknologi segera memperbaiki desain chatbot tanpa menunggu bukti kausal, sembari mengembangkan intervensi klinis dan edukasi yang lebih baik.

Berita Terkait Lainnya

‘They find themselves obsessed, forgoing sleep and self-care’ — what ‘AI psychosis’ looks like, and why experts question the term - Kecerdasan Buatan - Feedify