Nvidia kini memperluas fokusnya ke "AI fisik", teknologi yang memungkinkan kecerdasan buatan berinteraksi dengan dunia nyata seperti robot dan mobil otonom. Sektor ini saat ini menghasilkan US$10 miliar dan diproyeksikan tumbuh 10 kali lipat dalam dekade mendatang.
Strategi Nvidia meniru kesuksesan CUDA dengan memasangkan cip khusus AI fisik bersama alat pengembangan perangkat lunak seperti model GR00T dan Cosmos. Langkah ini bertujuan mengikat pengembang robot dan robotaxi tetap berada dalam ekosistem mereka.
Tiongkok menjadi pasar krusial bagi Nvidia, menyumbang 90% pengiriman robot humanoid global, dengan jalur perdagangan cip robotik yang belum dibatasi AS. Produsen Tiongkok saat ini masih sangat bergantung pada cip Nvidia, meski mulai mengantisipasi risiko geopolitik dengan menguji alternatif lokal.
Meski dihantui potensi pembatasan ekspor dari Washington, Nvidia mempertahankan dominasinya melalui ekosistem perangkat keras dan lunak yang kuat. Keterlibatan keluarga Jensen Huang dalam divisi ini juga menegaskan betapa pentingnya pasar Asia bagi peta jalan AI fisik perusahaan.