Sutradara dokumenter 'NAZA', Yuval Abraham, mengecam pemerintah Amerika Serikat karena mendanai operasi militer Israel di Gaza saat pemutaran film di New York Film Festival (NYFF). Film ini mengungkap rincian sistem intelijen berbasis AI militer Israel, termasuk algoritma 'Lavender' yang digunakan untuk mengidentifikasi target warga sipil, berdasarkan kesaksian prajurit yang menggambarkan proses tersebut seperti permainan video. Pemutaran film ini disambut meriah dengan standing ovation, namun sutradara tersebut menghadapi ancaman serius dari pemerintah Israel, termasuk ancaman mencabut kewarganegaraan oleh Menteri Kebudayaan Israel. Dokumenter produksi The Guardian ini akan tayang di lebih dari 50 negara dan tersedia gratis secara online, bertujuan menyebarkan jurnalisme independen mengenai kekejaman perang di Gaza.