Kepergian Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra pada Sabtu, 26 September 2026, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan dunia seni budaya Indonesia. Guruh dikenal sebagai maestro seni yang telah memberikan banyak kontribusi, terutama melalui kelompok Swara Maharddhika yang didirikannya.
Soraya Haque, yang pernah menjadi anggota Swara Maharddhika, mengenang pertemuan terakhirnya dengan Guruh pada 27 Agustus 2026. Saat itu, Guruh memeluknya dan menyampaikan keinginan untuk membahas tentang perempuan Indonesia dan identitas budaya yang menurutnya perlu terus diperhatikan.
Hubungan Soraya dengan Guruh telah terjalin sejak puluhan tahun lalu, dimulai ketika ibunda Guruh, Fatmawati Soekarno, dan orang tua Soraya bertemu dalam perjalanan haji pada 1978. Pertemuan itu berlanjut dengan ajakan agar Soraya bergabung dalam pagelaran yang digagas Guruh.
Pertemuan pada 27 Agustus 2026 tersebut ternyata menjadi yang terakhir bagi keduanya. Keinginan terakhir Guruh untuk membahas identitas perempuan Indonesia menjadi kenangan berharga bagi Soraya Haque.