Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti masih terbatasnya jumlah pencipta lagu anak di Indonesia dan berharap program Kita Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) dapat menghidupkan kembali lagu anak-anak, baik dari segi penciptaan maupun penampilan. Ia menekankan bahwa lagu anak bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pengenalan bahasa, budaya, alam, dan pembentukan karakter sejak dini.
Fadli mencontohkan lagu "Bintang Kecil" dan "Pelangi-Pelangi" yang meski hanya empat baris, tetap abadi dan bermakna. Menurutnya, kesederhanaan adalah karakter penting lagu anak karena mudah dipahami dan membangun koneksi emosional. Ia berharap lagu anak Indonesia tidak hanya menjadi kenangan, tetapi terus berkembang dan bahkan viral di berbagai platform.
KILA 2026 diikuti 814 peserta yang terdiri dari 168 peserta Lomba Cipta Lagu Anak dan 646 peserta Lomba Menyanyi Lagu Anak untuk usia 5-13 tahun. Dari seleksi, terpilih enam finalis Lomba Cipta dan 30 finalis Lomba Menyanyi. Program tahunan sejak 2020 ini juga menjadi ruang apresiasi yang melibatkan Duta KILA dari berbagai daerah, dengan sejumlah prestasi internasional seperti San Remo Junior 2025 dan Seriosa Austria Edition.