Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan sistem kesehatan Yaman berada di titik kritis akibat eskalasi konflik dan penyebaran simultan tiga penyakit menular: kolera, demam berdarah dengue, dan campak. Ribuan kasus tercatat, dengan lebih dari 22 ribu kasus suspek campak dan 128 kematian, sementara fasilitas kesehatan, obat-obatan, dan kapasitas medis semakin terbatas. Lebih dari 60 persen fasilitas kesehatan hanya beroperasi sebagian, dan sembilan fasilitas kesehatan rusak atau tidak dapat digunakan, memaksa pengalihan layanan obstetri dan neonatal untuk menangani korban trauma. WHO mencatat lebih dari 180.500 orang mengungsi di 10 provinsi, sementara ribuan lainnya menyeberang ke Djibouti, yang berpotensi menambah tekanan pada sistem kesehatan setempat.