Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi momok bagi warga Kota Palangka Raya. Peristiwa ini telah berlangsung hampir dua bulan dan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Kualitas udara di Palangka Raya pun memburuk akibat asap yang menyelimuti kota. Warga terpaksa menghadapi gangguan kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Hingga kini, upaya penanggulangan karhutla masih terus dilakukan, namun kondisi cuaca dan lahan gambut yang kering menjadi tantangan besar. Pemerintah dan tim gabungan terus berjibaku memadamkan titik api.
Situasi ini menjadi perhatian serius karena dampaknya yang luas, baik bagi kesehatan, lingkungan, maupun ekonomi masyarakat setempat.