Anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Heydari, mengungkapkan detik-detik penyelamatan Mojtaba Khamenei dari serangan bom Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu. Mojtaba berhasil ditarik dari reruntuhan rumah sakit di Teheran setelah terkena serangan, lalu dipindahkan ke lokasi rahasia dan belum muncul di publik sejak saat itu. Tiga rumah sakit di Teheran, termasuk tempat Mojtaba dirawat, menjadi sasaran bom. Serangan juga menghancurkan sekretariat Majelis Pakar di Qom, menewaskan delapan orang dan menghancurkan dokumen pemilihan kepemimpinan. Mojtaba terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 8 Maret dengan 50 dari 59 suara, menggantikan ayahnya, dan tidak mengetahui terpilihnya dirinya hingga pengumuman resmi di televisi.