Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, merilis video dirinya berada di dalam sel tahanan Palestina, Hassan Salameh, yang telah dipenjara sejak 1996. Dalam rekaman tersebut, Ben-Gvir secara terbuka mengancam akan mengeksekusi Salameh dan seluruh tahanan Palestina, memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Saat ini sekitar 10 ribu warga Palestina ditahan Israel, banyak di antaranya tanpa prosedur hukum yang layak, termasuk perempuan dan anak-anak. Lembaga HAM dan mantan tahanan mengungkapkan kondisi penahanan yang tidak manusiawi. Ben-Gvir juga menyatakan akan mendorong hukuman mati bagi tahanan dan mendukung apa yang disebutnya "migrasi sukarela" dari Gaza dan Tepi Barat, istilah yang kerap dimaknai sebagai pemindahan paksa.
Kantor Media Tahanan mengecam aksi tersebut sebagai pameran politik dan elektoral murahan, serta hasutan langsung untuk melakukan kejahatan terhadap Salameh. Komisi Urusan Tahanan Palestina menyebut kondisi penjara Israel sebagai terorisme terorganisir. Hamas menegaskan ancaman itu tidak akan melemahkan semangat para tahanan dan berjanji terus mengupayakan pembebasan mereka.
Konfrontasi ini terjadi di tengah desakan Ben-Gvir agar tahanan Palestina dijatuhi hukuman mati, setelah Knesset pada Maret mengesahkan undang-undang yang mengizinkan hukuman mati dalam kasus tertentu. Ben-Gvir juga memperketat pembatasan terhadap tahanan, termasuk menyita pakaian mereka di Penjara Negev. Partainya menuntut jabatan menteri pertahanan dan kehakiman sebagai syarat koalisi menjelang pemilu Knesset 27 Oktober.