Serangan rudal terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, telah menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai banyak lainnya. Serangan ini dilancarkan oleh kelompok pemberontak Houthi dari Yaman, yang menyatakan bertanggung jawab atas aksi tersebut.
Ini merupakan serangan baru-baru ini terhadap infrastruktur kunci di wilayah strategis, yang mengganggu lalu lintas udara dan menimbulkan kekhawatiran besar mengenai stabilitas keamanan regional. Bandara Riyadh adalah salah satu pusat transportasi terbesar di Timur Tengah.
Pihak Houthi telah memperbarui serangan mereka sejak awal konflik di Timur Tengah, dengan alasan mendukung Gaza. Aksi ini menunjukkan intensitas perang yang semakin meluas dan potensi konsekuensi geopolitik yang luas bagi negara-negara tetangga.
Pemerintah Arab Saudi dan pihak berwenang sedang menyelidiki insiden ini dan mengevaluasi dampaknya terhadap operasi bandara serta keamanan nasional. Korban luka-luka sedang dirawat di fasilitas medis terdekat.