Serangan ketiga kelompok Houthi dalam sepekan terhadap Bandara Internasional Riyadh menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya, menjadi insiden paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade. Korban tewas terdiri atas warga dari berbagai negara, termasuk Saudi, Bangladesh, AS, dan negara Timur Tengah lainnya. Bandara yang melayani delapan juta penduduk tersebut segera ditutup dan seluruh penerbangan dialihkan, sementara rumah sakit dipenuhi korban dalam kondisi kritis.
Serangan ini terjadi tanpa peringatan, menyoroti kerentanan pertahanan Saudi di tengah operasi militer melawan Houthi yang didukung Iran. Koalisi militer pimpinan Saudi berjanji akan merespons serangan tersebut, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam operasi militer terhadap pemberontak. Houthi sebelumnya meminta maskapai menghindari wilayah udara Saudi setelah pemerintah Yaman menyerang kelompok tersebut.
Konflik Yaman kembali meningkat setelah gencatan senjata 2022 runtuh, dengan pemerintah Yaman yang didukung Saudi melancarkan serangan untuk merebut wilayah yang dikuasai Houthi. Situasi ini berdampak pada penerbangan internasional, dengan sejumlah maskapai menangguhkan penerbangan ke Riyadh menjelang konferensi energi besar.