Arab Saudi melaporkan 12 orang tewas dan 309 lainnya luka-luka dalam serangan di Bandara Riyadh pada Sabtu, menjadikannya insiden paling mematikan dalam konflik yang memanas dengan Houthi di Yaman. Otoritas penerbangan sipil menangguhkan operasional bandara sementara waktu untuk menilai kerusakan, dengan beberapa korban luka dalam kondisi kritis.
Amerika Serikat memperingatkan warganya untuk menghindari bandara tersebut, dan satu korban tewas dikonfirmasi sebagai warga negara AS. Inggris menyebut insiden ini sebagai "serius", sementara sejumlah maskapai termasuk maskapai nasional Kuwait membatalkan penerbangan.
Presiden Donald Trump menyatakan rencananya untuk berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, menegaskan bahwa "apa yang terjadi di Arab Saudi tidak dapat diterima". Ia menyampaikan hal ini kepada wartawan saat kembali ke Washington dari rapat umum politik.
Insiden ini memperburuk ketegangan regional di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran internasional atas keamanan penerbangan di Arab Saudi.