Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan kelompok Houthi dari Yaman terhadap Arab Saudi selama sepekan terakhir menewaskan sedikitnya 14 orang, termasuk dalam serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengakui bahwa serangan tersebut menguji ketahanan negaranya dan berjanji akan memberikan respons yang serius. Bandara Riyadh dinilai sangat penting karena menjadi bagian utama dari program Visi Saudi 2030 yang bertujuan menjadikan Riyadh sebagai pusat pariwisata, bisnis, dan acara internasional. Analis menilai serangan berulang Houthi dapat menimbulkan kerugian ekonomi dan dampak psikologis yang lebih besar daripada kerusakan fisik, terutama menjelang berbagai acara besar di Arab Saudi.