Kualitas udara di wilayah Sumatra dan Kalimantan memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan yang belum padam. Kabut asap pekat menyelimuti berbagai daerah, menempatkan kualitas udara pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Berdasarkan data IQAir, Palembang mencatat indeks kualitas udara (AQI) US sebesar 877 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 514,7 µg/m³. Angka ini menunjukkan kondisi udara yang berbahaya bagi kesehatan. Wilayah lain seperti Pekanbaru juga berada pada level berbahaya dengan AQI 401.
Di Kalimantan, kondisi terburuk terjadi di Kubu Raya, Sintang, dan Pangkalanbun dengan AQI mencapai 1144, sementara Pontianak berada pada kategori sangat tidak sehat dengan indeks 223. Banjarmasin juga mencatat kondisi berbahaya, sedangkan Balikpapan masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Partikel halus PM2.5 yang berukuran sangat kecil dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berpotensi mencapai aliran darah, meningkatkan risiko gangguan pernapasan, iritasi mata dan tenggorokan, serta memperburuk penyakit yang telah diderita masyarakat. Kebakaran hutan masih terpantau terjadi di Kalimantan Tengah, Timur, Selatan, dan Barat dengan intensitas rendah hingga tinggi.