BNPB Aktifkan Sirine Tsunami di Banten, Perkuat Kesiapan Evakuasi Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 22.46
BNPB Aktifkan Sirine Tsunami di Banten, Perkuat Kesiapan Evakuasi Masyarakat

Sumber Berita Asli

Technology Indonesia

Baca di Website Asli ↗
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Banten memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami melalui aktivasi sirine dan simulasi evakuasi mandiri di tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini bertujuan memastikan sistem peringatan dini berfungsi sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat merespons ancaman bencana secara cepat dan tepat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026) menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai tanda bahaya, jalur evakuasi, dan lokasi aman. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana membutuhkan proses pembelajaran berkelanjutan. Ancaman bencana tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi risiko terhadap keselamatan manusia dapat dikurangi melalui mitigasi yang tepat, kesiapan infrastruktur, serta kemampuan masyarakat merespons peringatan dan melakukan evakuasi secara benar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sharing Session bertajuk "Implementasi SPAB dan Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD) Menghadapi Ancaman Gempa, Megathrust & Letusan Gunung Api di Banten" yang diselenggarakan oleh MDMC PP Muhammadiyah di Kota Serang. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Banten, Budi Santoso, menegaskan bahwa aktivasi sirine dan simulasi evakuasi bukan sekadar pengujian teknis peralatan, melainkan bagian dari upaya memastikan sistem peringatan dini berfungsi dan masyarakat siap merespons ancaman tsunami. Masyarakat berlatih mengenali bunyi sirine tsunami, mengikuti arahan petugas, menggunakan jalur evakuasi yang ditetapkan, serta menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) atau Tempat Evakuasi Akhir (TEA) yang aman. Penguatan kesiapsiagaan juga dilakukan melalui pendekatan berbasis masyarakat. Melalui program IDRIP pada 2024, BNPB bersama pemerintah daerah telah membentuk 22 Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah pesisir Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. BNPB menekankan pentingnya mengintegrasikan budaya sadar bencana ke dalam kehidupan sehari-hari melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga kesiapsiagaan menjadi kebiasaan masyarakat pesisir, bukan sekadar agenda sesaat.

Berita Terkait Lainnya