Banjir dahsyat akibat runtuhan es gletser di Tibet menghancurkan lembah Himalaya, Nepal, menewaskan sedikitnya 987 orang dengan 3.916 lainnya masih hilang. Bencana ini mengubah permukiman, jalan, dan proyek pembangkit listrik menjadi reruntuhan berlumpur.
Tim penyelamat berjuang di medan sulit untuk mencari penyintas, termasuk ratusan pekerja yang diduga terjebak di terowongan pembangkit listrik bawah tanah. Operasi evakuasi terus berjalan di tengah putusnya akses komunikasi dan infrastruktur jalan.
Lebih dari 93.000 orang terdampak dan ditampung di pengungsian darurat, seperti sekolah, dengan fasilitas sangat terbatas. Pejabat setempat memperingatkan risiko penyakit akibat tempat padat dan kekurangan obat-obatan.
Warga yang kehilangan rumah dan sanak keluarga menghadapi trauma mendalam dan ketidakpastian masa depan. Mereka kini hanya bisa menyelamatkan sisa barang dari lumpur tebal sambil terus menunggu kabar harapan dari tim penyelamat.