Pertempuran sengit meledak di perbatasan Sagaing-Kachin, Myanmar, ketika rezim militer melancarkan serangan udara dan darat secara membabi buta terhadap wilayah sipil di Kota Katha dan Shwegu.
Pasukan Kemerdekaan Kachin (KIA) dan sekutunya membalas dengan melancarkan serangan drone bunuh diri yang berhasil membakar dua kapal pengangkut tentara rezim di Sungai Irrawaddy.
Armada militer yang terdiri dari 15 kapal, termasuk dua kapal perang, dilaporkan menuju kota sengketa Bhamo. Hal ini memicu peringatan dari juru bicara KIA akan adanya pertempuran besar yang berkepanjangan jika pasukan rezim terus maju.
Eskalasi konflik ini memaksa Kelompok Administrasi Rakyat mendesak seluruh warga sipil untuk segera mengungsi menyusul tembakan artileri dan pemboman militer yang terus berlanjut.