Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengancam tidak akan membuka Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) menolak persyaratan dari Teheran. Jurubicara IRGC, Hossein Mohebbi, menegaskan bahwa jalur perairan strategis tersebut berada di bawah kendali penuh Iran.
Mohebbi menyebutkan semua kapal perang musuh kini berada 400 kilometer dari Selat Hormuz dan tidak ada kapal yang bisa melintas tanpa izin Iran. Ia juga menekankan bahwa rute perairan tersebut, termasuk di dekat Oman, sepenuhnya berada dalam pengawasan Iran.
Iran mempersoalkan tindakan AS yang diduga menunda proses negosiasi terkait Nota Kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani pada Juni lalu. Jika Washington kembali pada MoU tersebut dan menerima persyaratan Iran, Selat Hormuz dapat dibuka sesuai kerangka kesepakatan.
Sebelumnya, Iran dan Oman telah membahas kerangka kerja bertahap yang mencakup pembentukan koridor pelayaran bersama sementara serta proyek pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Negosiasi teknis akan terus berlanjut untuk mewujudkan koridor permanen di masa depan.