Kementerian Kehutanan mencatat 290 individu satwa liar masuk dalam penanganan terkait bencana karhutla di Indonesia hingga 8 Oktober 2026, dengan 272 individu ditangani BKSDA di empat provinsi Kalimantan. Sebanyak 96 individu di antaranya adalah orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), satwa yang sangat bergantung pada keberadaan hutan.
Di Kalimantan Tengah, penanganan mencakup 25 individu orangutan, namun angka tersebut merupakan total penanganan di provinsi itu, bukan jumlah orangutan yang terdampak langsung kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting. Kawasan Tanjung Puting saat ini menjadi salah satu lokasi operasi pemadaman karhutla, menambah pentingnya upaya perlindungan satwa dan habitat.
Penanganan satwa liar terdampak karhutla meliputi berbagai tahapan, mulai dari evakuasi atau rescue, penggiringan ke habitat lebih aman, translokasi, hingga perawatan dan rehabilitasi. Pemerintah sebelumnya mengerahkan lebih dari 60 ribu personel gabungan untuk operasi pemadaman karhutla via darat, khususnya di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Laporan jumlah personel dan situasi terbaru penanggulangan karhutla diterima Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan. Pemadaman masih berlangsung di lahan seluas total 639 hektare di enam provinsi, terutama di Kalimantan dan Sumatera.